Proses terbentuknya batu bara

Batubara adalah batuan yang mudah terbakar yang lebih dari 50% -70% berat volumenya merupakan bahan organik yang merupakan material karbonan termasuk inherent moisture.

    Batu bara pertama kali digunakan sebagai bahan bakar yaitu sekitar abad ke 18 oleh bangsa tiongkok . Bersamaan dengan berkembangnya industry, batu bara digunakan seabagai bahan bakar kereta api dan kaal laut .

     Negara penghasil batu bara terbesar adalah Uni-Eropa dan amerika serikat . Potensi batu bara di Indonesia di perkirakan 36 miliar ton yang tersebar di wilayah Sumatra 67,83 % ,Kalimantan 31,64 % , dan pulau lain ( jawa , Sulawesi dan papua ) 0,53 %

    Batu barabiasanya digunakan sebagi sumber energi dalam berbagai keperluan industry . misalnya , untuk bahan bakar industry semen , pembankit listrik tenaga uap , (pltu) , pembakar batu gamping , batu bata dan genting . Saat ini sedang digalakan pemerintah tentang pengganti minya dari batu bara bubuk yang dipadatkan atau biasa di sebut briket . Briket dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga .

     Batu bara termasuk bahan fosil karena terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yan mengendap selama jutaaan tahun yang lalu . Ada dua teori yang menjelasan terbentuknya batu bara di alam  sebagai berikut.

1. Teori insitu

yaitu teori yang mengatakan bahwa sisa-sisa tumbuhan yag telah mati langung tertutup oleh lapisan sedimen serta mengalami proses coalification ( prosess pembentukan batu bara )

2. Teori drift

yaitu teori yang menyatakan bahwa sisa-sisa tumbuhanterangkut oleh air dan terkumpul di suatu tempat kemudian tertutup oleh batuan sedimen dan mengalami proses callfication.

Berdasarkan teori yang dikumukakan , batu bara berada

di daerah tertutup oleh sedimen sehingga dalam pengolahanya dikenal adanya tiga macam pembagian batu bara sbagai berikut .

a. Penambangan dalam atau penambangan tertutup .Dilakukan dengan cara membuat lubang baik mendatar maupun menurun menuju lapisan batu bara yang akan ditambang . Misalnya , penambangan batu bara di ombilin , Sumatra barat .

b. Penambangan terbuka adalah penambangan yang dilakukan dengan mengupas penutup tanah yang berada di atasnya . Penambangan terbuka memiliki relatif aman,sederhana,dan mudah: akan tetapi penambanga terbuka memiliki beberapa keterbatasan, yaitu kedalaman batu bara yang dapat ditambang hanya bagian permukaaan dangkal , sedangkan biaya operasional ketika membuka dan memindahkan batuan penutup kurang sebanding dengan batu atu bara yang di peroleh . Contoh penambanga terbuka adalah penambangan batu bara di bukit asam , tanjung enim ( Sumatra selatan ) .

c. Penambangan lapisan batu bara tipis dilakukan dengan system Tarik kabel rantai , backfilling dan roof fall tolerant . Sistem Tarik kabel lantai adalah carapenambangan dengan pembuatan pilar-pilar diantara dua pilar penyangga.Sistem backfilling adalah cara pembuatanyang dilakukan dengan Teknik penggalian dan penyangga dengan alat angkut yang bergerak maju serta meninggalkan reruntuhan lapisan atap penyangga. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *